Sistem Informasi Desa (SID) Desa Sendang - Masyarakat Desa Sendang hingga kini masih melestarikan tradisi barikan sebagai bentuk permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa diberikan perlindungan serta dijauhkan dari balak dan mara bahaya. Tradisi ini menjadi salah satu kearifan lokal yang sarat akan nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan antarwarga.
Pelaksanaan barikan (22 Desember 2026) dilakukan secara sederhana dan penuh khidmat di lingkungan warga masing-masing. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan di pertigaan jalan, perempatan jalan, atau titik-titik tertentu di lingkungan desa yang dianggap sebagai pusat aktivitas masyarakat. Warga membawa hidangan seperti tumpeng, nasi urap, bubur, dan jajanan pasar untuk didoakan bersama, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh setempat.
Melalui tradisi barikan, warga Desa Sendang memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Harapan besar juga disampaikan agar masyarakat Desa Sendang senantiasa diberi rezeki yang murah, kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, rukun, tenteram, serta dijauhkan dari segala bentuk balak dan mara bahaya.
Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana berdoa, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan serta kepedulian sosial antarwarga. Dengan tetap melestarikan tradisi barikan, masyarakat Desa Sendang turut menjaga warisan budaya leluhur yang penuh makna dan nilai luhur bagi kehidupan bermasyarakat