Sendang - Ketela pohon atau yang biasa dikenal dengan Singkong atau ubi kayu, merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Singkong biasanya dijadikan olahan pangan karena kandungan kerbohidratnya yang tinggi, sedangkan daunnya biasa dijadikan sayuran. Di Indonesia, singkong merupakan produksi hasil pertanian pangan ke dua terbesar setelah padi, sehingga singkong mempunyai potensi sebagai bahan baku yang penting bagi berbagai produk pangan dan industri. Singkong merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik ratarata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan.
Singkong adalah salah satu pangan lokal yang bisa dijadikan alternatif makanan pokok karena kaya akan karbohidrat. Singkong dapat diolah menjadi berbagai makanan tradisional, seperti kopang, lemet, getuk, cenil, tiwul dan tape.
Singkong memiliki banyak manfaat, di antaranya: Menjaga kesehatan jantung, Menurunkan tekanan darah tinggi, Mencegah kanker usus, Baik untuk penderita diabetes, Bebas gluten. Singkong juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan, seperti tepung, pati, keripik, dan singkong beku.
Desa Sendang memiliki potensi hasil pertanian yang lumayan, salah satunya adalah singkong. Banyak warga yang menanam di pekarangan dan di ladang masing-masing. Singkong ini dimanfaatkan untuk olahan pangan dan sebagian dijual ke pasar atau ke pengepul.
Ketahanan pangan adalah kondisi di mana semua orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi. Ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa. Pemdes Sendang dalam promosi ketahanan pangan dan ketersediaan pangan di desa, mengolah singkong menjadi olahan makanan tradisional yaitu kopang.
Bahan yang dibutuhkan antara lain : singkong, kelapa, gula jawa, gula pasir, tape, garam dan daun singkong.
Cara membuat :
- Kupas dan parut singkong
- Campurkan singkong parut, kelapa parut, gula jawa sisir, gula pasir, tape dan garam
- Bungkus adonan sesuai selera menggunakan daun pisang
- Panaskan kukusan dengan api sedang
- Masukkan adonan yg telah siap ke dalam kukusan dan ditata rapi agar matangnya sempurna.
- Kukus kurang lebih 20 menit
- Kopang siap disajikan
(sistem informasi desa / maskuri)